Minggu, 19 Juni 2011

Analisa Bahasa


Sosiolinguistik

Menyinggung tentang bahasa sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat kita yang multilingual ini, sangatlah penting untuk seseorang mengerti satu bahasa atau lebih itu lebih baik. Karena terciptanya suatu percakapan ataupun komunikasi antar perorangngan karena memiliki bahasa. Bahasa merupakah salah satu dari alat komunikasi dan merupakan komponen yang penting bagi seseorang, dalam berinteraksi dan besosial.
Dalam bahasa juga terdapat beberapa ilmu tentang linguistik atau kebahasaan. Seperti misalnya: psikolinguistik, sosiolinguistik dan lain sebagainya. Dalam hal ini saya akan membahas tentang sosiolinguitik (علم اللغة الإجتمعى)  yaitu suatu kajian bahasa dalam masyarakat. Kajian bahasa dalam suatu masyarakat di negara kita yang multilingual ini tentunya memiliki beberapa tipe, logat, kode, dan lain sebagainya. Tiap daerah pasti memiliki ciri khas tersendiri dalam logat berbahasa walaupun sama berbahasa jawa, maduara ataupun sunda. Ada perbedaan berbahasa walaupun hanya sedikit. Misalnya, bahasa jawa ngoko dan kromo dari segi pengucapannya sudah berbeda. Dalam bahasa jawa ngoko “aku kape turu” tetapi dalam bahasa jawa kromo “kulo bade tilem” yang biasanya dipakai di daerah Jogjakarta, Solo dan sekitarnya.
Sedangkan dalam kode-kode berbahasa itu terdapat dua macam yaitu Alih Kode dan Campur Kode. Alih kode yaitu perpindahan satu bahasa ke bahasa yang lainnya, dan biasanya alih kode ini dilakukan berdasarkan kesengajaan. Contohnya : Ada dua orang siswa yang kebetulan keduanya orang jawa asli dan satu daerah mereka berkomunikasi menggunakan bahasa daerah, kemudian datang satu temannya lagi yang bukan orang jawa melainkan orang sunda masuk kedalam kelas ikut dalam percakapan dua orang tadi. Kemudian mereka terlibat dalam komunikasi berbahasa Indonesia.  Dalam hal ini telah terjadi alih kode karena datangnya orang ketiga yang tidak mengerti bahasa jawa. Jadi peralihan bahasa ini dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.
Sedangkan campur kode yaitu penggunaan lebih dari satu bahasa dalam satu klausa, akan tetapi hanya satu bahasa yang menjadi dasar dan bahasa lainnya hanya disisipi saja. Contohnya : Apabila ada seseorang yang memang asli orang Sunda, kemudian berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia (kumaha, saya bingung dengan urusan kantor) disini kalimat kumaha itu merupakan bahasa Sunda yang hanya menjadi sisipan dalam kalimat, dalam contoh ini telah terjadi campur kode yaitu percakapan bahasa Indonesia yang kesunda-sundaan karena bahasa aslinya memang bahasa Sunda.
Inilah beberapa pemaparan tentang Sosiolinguistik, yaitu bahasa dalam suatu komunitas masyarakat multilingual.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar